Home | Info | Komunitas | Pengembangan | myReactOS | Hubungi Kami

  1. Home
  2. Info
  3. Komunitas
  4. Pengembangan
  5. myReactOS

  1. Pendahuluan
  2. Bagaimana untuk turut serta
  3. Whitepaper
  4. Mengkompilasi ReactOS
  5. FAQ Pengembang
  6. "Properti Intellektual"
  7. Peta Pengembang
  8. SVN Server
  9. Bugzilla
  10. Doxygen
  11. RosCMS
  12. Status Website
  13. Terjemahkan Website
  14. ReactOS CIA

Pengembangan ReactOS > PERATURAN PENGEMBANGAN PROYEK REACTOS

12 Desember 2004

Pendahuluan

Proyek ReactOS™ adalah grup internasional para pengembang yang bertujuan untuk membuat pekerjaan mirip versi sistem operasi Microsoft Windows. Dalam kaitan aktivitas akhir-akhir ini dibidang dunia software bebas berkenaan dengan hak cipta dan urusan paten, administrators Proyek ReactOS merasa bahwa Peraturan Pengembangan resmi diperlukan. Dokumen ini menetapkan peraturan itu.

Untuk pertanyaan mengenai aturan ini, silahkan e-mail ros-general@reactos.org (Daftar mailing umum untuk Proyel)

Harap dicatat bahwa tidak ada satupun dari ini ditafsirkan sebagai saran legal, sebagai jaminan yang dibuat oleh Proyek tentang kode, atau cara apapun selain sebagai pernyataan peraturan pada bagian dari Proyek.

Merk "Microsoft" dan "Windows" adalah properti dari Microsoft Corp.

I. PENGENALAN

Karena dasar dari Proyek ReactOS, hak cipta, paten, dan isu legal lainnya muncul dalam masa pengembangan. Dokumen ini menganalisa setiap area hukum ini dan mengeksplorasi implikasi untuk pengembangan ReactOS.

Peraturan ini sudah dikembangkan dalam konteks hukum Amerika. Tetapi, hukum yang serupa ada dihampir semua tempat, dan usaha sudah dibuat untuk memastikan bahwa aturan ini secara umum kompatibel dengan yuridiksi lain.

A. Bantuan Definisi

Melalui dokumen peraturan ini, definisi berikut akan berlaku kecuali dinyatakan sebaliknya:

Application Programming Interface (API): Koleksi dari fungsi, struktur data, konstan, obyek, dll. yang mendefinisikan interface pemrograman menjadi software. Sebagai contoh, sistem operasi komputer mempunyai API yang harus digunakan agar bisa menulis software untuk berinterpolasi dengan sistem itu. "API" bisa diartikan sebagai fungsi individual yang disediakan oleh sistem operasi.

Kompilator: Piranti pengembangan software yang menterjemahkan kode sumber terbaca-manusia ke dalam kode obyek untuk eksekusi dalam lingkungan sasaran.

Hak Cipta: Bentuk dari monopoli yang dibuat pemerintah yang melindungi ekspresi kreatif, termasuk pekerjaan tertulis, pekerjaam terekam, lagu, seni visual, kode sumber komputer, dan semacamnya. Hak cipta melindungi ekspresi literal yang terkandung dalam pekerjaan, bukan ide dan konsep yang tak berwujud. Hak cipta muncul secara otomatis dalam pekerjaan yang bisa dihak ciptakan saat ini adalah bentuk nyata yang tetap, termasuk penulisan kode sumber komputer dan, ada kalanya, kode obyek.

Debugger: Sebuah software yang digunakan untuk membantu para pengembang membetulkan kelemahan softwarenya, atau digunakan untuk membantu para pengembang mengerti lebih jauh mengenai sistem yang dikembangkannya. Contohnya termasuk SoftICE dari Compuware dan WinDbg dari Microsoft.

Device Driver ("Driver"): Sebuah software yang didesain untk secara langsung atau tidak langsung mengatur hardware atas nama sistem operasi. Kadang-kadang juga digunakan untuk dirujuk sebagai setiap software yang didesin agar bisa di plug-in ke kernel sistem operasi. Drivers cenderung sasngat tingkat rendah, menjadi bagian dari inti sistem operasi sekali itu dipanggil. Driver umumnya sangat terikat ke arsitektur sistem operasi.

Disassembler: Sebuah software yang digunakan untuk mengijinkan para pengembang untuk mengubah kode obyek ke dalam kode bahasa mesin yang terbaca- manusia, ini digunakan para pengembang membetulkan kelemahan dalam softwarenya dan untuk membantunya mengerti sistem dimana kodenya dijalankan. Ini juga digunakan untuk pemulihan kode sumber seandainya kehilangan kode sumber aslinya.

Software Bebas: Software yang lisensinya sesuai dengan definisi Free Software, seperti dipublikasikan oleh Free Software Foundation (http://www.gnu.org). GNU General Public License (GPL) adalah lisensi Software Beas populer.

File Header: File kode sumber, biasanya dalam bahasa pemgrograman C atau C++ , yang disertaik referensi dalam file kode sumber lain. File header menyediakan informasi yang mendefinisikan API, struktur data, konstan operasional, dan karakteristik lain dari sistem software. Sebagai contoh, untuk menulis software agar berjalan pada sistem operasi, seseorang harus menggunakan file header yang disediakan oleh pengembang sistem untuk berinteraksi dengan sistem itu.

Librari: File kode obyek yang berisi komponen software yang bisa digunakan secara berulang. Dalam seting sistem operasi, librari sistem harus digunakan oleh software pihak ketiga untuk "menjembatani" fungsi dengan sistem operasi, dengan demikian software itu bisa berjalan dengan benar pada sistem operasi.

Non-Bebas [Software]: Software yang bukan Software Bebas. Kebanyakan software Komersial masuk ke dalam kategori ini.

Kode Obyek: Output from a compiler or other similar program designed to translate human-readable source code into a format suitable for execution in the targeted environment. Typically refers to machine language instructions that may be executed directly on a microprocessor. The counterpart of Source Code, which is translated (usually by a compiler) into object code.

Sistem Operasi (OS): Kelas khusus dari software komputer yang didesin untuk menyediakan lingkungan dimana software umum bisa dijalankan. Sistem operasi berinteraksi langsung dengan hardware komputer, dan menyediakan set layanan yang distandarisasi dimana aplikasi bisa berinteraksi dengannya. Contoh termasuk Microsoft® Windows™ XP, GNU/Linux™, dan Apple® Macintosh™.

Paten: Modopoli hukuk yang diberikan oleh pemerintah ke penemu dari penemuan baru dan berguna. Paten dirujuk sebagai konsep tidak berwujud, metode, prosedur, praktek, peralatan, dan seterusnya. Paten tidak spesifik ke ekspresi penemuan tertentu.

Domain Publik: Pekerjaan yang layak untuk perlindungan hak cipta yang mungkin ditempatkan dalam domain publik dengan catatan eksplisit yang diberikan oleh pembuat asli dari pekerjaannya. Sekali di dalam domain publik, pekerjaan yang tidak mempunyai hak cipta apapun, dan tidak menyebabkan proteksi apapun.

Merk Layanan: Merk dagang yang digunakan untuk mengidentifikasi sumber dari layanan seseorang.

Software Development Kit (SDK): Software dan dokumentasi yang digunakan untuk membuat program komputer yang berinterpolasi dengan penyedia SDK tersebut. Biasanya, kit ini menyertakan file header bahasa C, librari kode obyek, dan berbagai bentuk dokumentasi sehubungan degnan penggunaan kit dan detil software dimana kit didesain untuk mendukungnya.

Kode Sumber: Representasi dari software komputer dalam bahasa pemrograman komputer (seperti C atau C++). Batasan ini dirujuk dalam bentuk program yang terbaca-manusia secara langsung, dan dimana software biasanya keasliannya ditulis dan dipelihara. Kode sumber biasanya menyertakan komentar untuk membantu pembaca mengerti software. Dalam keadaan tertentu, kode sumber menyertakan file header.

Rahasia Perdagangan: Informasi yang bernilai bagi pemiliknya (biasanya perusahaan), yang bisa merusak kemampuan perusahaan untuk berkompetisi dalam pasasar jika ini dimunculkan, dimana pemilik mengambil langkah afirmatif untuk melindunginya.

Merk dagang: Merk yang membedakan produk dari produsen tertentu. Merk dagang biasanya digunakan secara unik mengidentifikasi produk dalam industri.

II. ISU HAK CIPTA

Hukum hak cipta relevan bagi ReactOS dalam beberapa koteks. Lisensi utama yang digunakan oleh Proyek, the GNU GPL, bergantung kepada kerangka dasar dari hak cipta untuk menyediakan penyelenggaraan kebebasannya. Hampir semua kode contoh, dokumentasi, file header, dan material referensi yang tersedia mengenai API Windows APIs tergantung pada beberapa bentuk dari hak cipta.

A. Hak Cipta ReactOS

Proyek ReactOS merilis hampir semua kodenya dibawah GNU General Public License (http://www.gnu.org). Setiap pengembang memeilihara hak ciptanya dalam kode sumber yang dikembangkannya, tetapi lisensi bahwa kode dibawah GPL untuk digunakan oleh Proyek ReactOS.

Beberapa bagian dari ReactOS bisa dilisensi dibawah lisensi lain, termasuk GNU Lesser GPL, atau ditempatkan ke dalam domain publik. Ini umumnya dilakukan hanya ketika diperlukan untuk kompatibiltas denga proyek lainnya.

B. Kekecualian Penggabungan Biner ReactOS

GNU GPL umumnya melarang kombinasi dari software non-bebas dengan software GPL-licensed seperti ReactOS. Meskipun demikian itu (atau aturan lain semacamnya), posisi resmi Proyek ReactOS dengan menghargai penggabungan runtime dari modul non-bebas adalah sebagai berikut: ReactOS bisa menggunakan dan didistribusikan dengan software non-bebas seperti device driver komersial dan aplikasi komersial. Kekecualian ini tidak mengubah tanggung jawab lain dari lisensi dibawah GPL.

Kekecualian ini dilihat sebagai kompromi oleh Proyek. Kami tida menyarankan untuk menggunakan software non-bebas atas prinsip etika. Kami mendorong penggunaan hardware yang tidak memerlukan penggunaan dari software non-bebas untuk beroperasi dengan benar, dan kami mendukung dan merekomendasikan perusahaan yang menyediakan software driver dan piranti Bebas (seperti yang dikatakan), Selanjutnya, Proyek mendorong para pengembang untuk melanjutkan pembuatan device driver bebas untuk hardware dimana hanya driver non-bebas saja yang saat ini ada.

C. Hak Cipta Orang Lain

Proyek ReactOS bergantung pada hukum hak cipta untuk melindungi kodenya, dan denga bunyi yang sama, menghormati hak cipta orang lain.

Berikut adalah aturan dari Proyek ReactOS sehubungan dengan hak cipta:

  1. Mengcopy kode secara absolut tidak diperbolehkan, kecuali kode yang dicopy dalam domain publik atau didistribusikan dibawah lisensi software Free yang mengijinkan kombinasi dengan program GPL, seperti ReactOS (contoh. adalah kompatibel GPL). Anda seharusnya selalu menganggap bahwa anda tidak mempunyai lisensi kecuali anda diberikan secara eksplisit.
  2. Kode sumber dengan lisesnsi non-bebas tidak boleh disertakan dalam ReactOS. ini termasuk file header, file dukungan, dan file implementasi. Kode-kode seperti itu boleh digunakan untuk keperluan edukasi, tetapi, menganggap bahwa anda memiliki lisensi untuk memproses kode. Sebagai contoh, ketidak adaan perjanjian non-disklosur, dan dalam kehadiran lisensi yang benar, anda boleh mempelajari dari kode contoh non-bebas.
  3. Efek samping penting dari lisensi non-bebas adalah bahwa anda tidak boleh mengcopy dan paste kode dari sistem non-bebas ke dalam ReactOS. Selanjutnya, cukup ketik ulang kode yang ada dan daripada mengcopy, dan melanggar hak cipta. Untuk menghasilkan kode yang bekerja mirip dengan kode contoh, pengembang diijinkan untuk membalikan pembuatan program untuk mempelajari dan mengerti kode yang sudah ada, bergantung pada batasan dari setiiap perjanjian lisensi. Para pengembang, bagaimanapun, harus ahli membuat kode dari awal berdasarkan apa yang sudah dipelajarinya.
  4. Para pengembang didorong untuk TIDAK mencoba untuk mengcopy gaya pengkodean dari kode non-bebas. Karena gaya pengkodean mungkin tidak dilindungi oleh hak cipta, mirip atau gaya pengkodean identik dari sebuah kode non-bebas menyebabkan kecurigaan pada kode baru.
  5. Dalam keadaan tertentu, komentar kode sumber yang dilindungi oleh hak cipta kode dan TIDAK boleh dicopy, bahkan ke dalam pekerjaan yang bukan aslinya kecuali sebaliknya, bergantung pada kekecualian dari penggunaan yang adil.
  6. Kode sumber yang diperoleh dibawah perjanjian non-disklosur adalah hal khusus, dan perlu mempelajari perjanjian non-disklosurnya sendiri. Sebelum menggunakan setiap pengetahuan yang didapat dari mempelajari kode seperti itu, seilahkan diskusikan secara spesifik dari NDA dengan administrators Proyek.
  7. Dalam semua kasus, Proyek ReactOS memerlukan partisipannya untuk mengikuti batasan lisensi dari setiap software yang digunakan dalam pengembangan ReactOS. Itu yang terbaik, secara umum guna menghindari setiap lisensi non-bebas sama sekali, tentunya.
  8. Penggunaan adil. Material yang berhakcipta dibawa dengan hak penggunaan yang adil. Satu hal penting dari hak seperti itu adalah dengan mempelajari pekerjaan berhakcipta untuk keperluan edukasional. Dalam cara ini bahwa pihak ketiga, kit pengembangan dilindung-non-NDA dipelajari agar partisipan Proyek bisa menghasilkan software kompatibel.
  9. Pembalikan Engineering. Banyak paket software non-bebas mempnyai klausul spesifik dalam lisensinya untuk melarang pembalikan engineering. Adalah pendapat Proyek ReactOS bahwa batasan lisensi ini hanya berlaku untuk memperluas bahwa mereka melarang konversi kode obyek yang disengaja terkait dengan kode sumber dan kemudian mengklaim pemilik dari kode sumber itu. Pembalikan engineering, suatu bentuk yang terjadi setiap kali pengembang menelusurinya ke dalam kode inti sistem operasi dengan debugger untuk menemukan masalah dengan kodenya, tetap dilindungi oleh Penggunaan Adil. Setiap kode sumber yang dihasilkan dengan pembalikan engineering secara langsung dinyatakan dalam cara yang sama dengan kode sumber non-bebas lainnya - berguna untuk mempelajari dan mengerti sistem, tetapi tidak diperbolehkan untuk penyertaan dalam ReactOS.
  10. Disassembly dari kode obyek dalam bentu pembalikan engineering. Daftar kode yang dibongkar harus dinyatakan dengan batasan lisensi yang sama dengan kode obyek itu sendiri.
  11. Batasan Lisensi SDK. SDK tertentu yang sering dirujuk oleh anggota Proyek dibedakan dibawah lisensi non-bebas. Beberapa lisensi ini termasuk berbagai Some of these pembatasan pada penggunaan dari software yang dikembangkan dengan SDK. Dalah keadaan tertentu, Microsoft mendaftarkan pembatasan pada driver sistem operasi yang dibuat menggunakan DDK-nya yang boleh digunakan. Pembatasan ini dipaksa hanya dalam driver yang secara langsung menyertakan file librari atau header yang disediakanMicrosoft dalam sumber atau kode obyek. Dalam SDK yang demikian, kode sumber (file header, contohnya) boleh dirujuk untuk keperluan pembelajaran dan untuk memfasilitasi interoperatibilitas, seperti didiskusikan di atas.
  12. Adalah porisi dari Proyek ReactOS bahwa komponen tertentu dari SDK ini tidak dilindungi oleh hak cipta. Proyek percaya bahwa nama dari konstan simbolis, tipe struktur data, dan seterusnya, bukan material hak cipta menurut hukum, karena itu adalah elemen fungsional dan tidak termasuk ekspresi kreatif. Oleh karena itu, ini posisi dari Proyek bahwa para pengembang boleh menamai struktur data terkait sendiri, konstan manifest, tipe enumerated, dll, yang identik dengan yang ditemukan pada pekerjaan berhakcipta.
  13. Selanjutnya, nama-nama struktur data dan komponen perlu sama untuk kompatibilitas dengan kode sumber pihak ketiga, dan karenanya sama dengan yang ditemukan dalam Microsoft SDKs.
  14. Struktur data harus sama identik dengan itu yang diharapkan oleh software pihak ketiga untuk melaksanakan kompatibilitas penuh dari ReactOS dengan Windows. Karena itu dilarang secara langsung mengcopy setiap data dari file berhakcipta, ReactOS mengijinkan pembuatan ulang dari struktur data yang kompatibel dengan yang ditemukan dalam SDK non-bebas.
  15. "Pengembang Buruk". ADa teori legal yang kadang kala disebutkan dalam konteks menghasilkan implementasi pekerjaan-mirip dari pekerjaan hak cipta yang dipublikasikan. Ada perhatian bahwa, jika pembuat pekerjaan baru sudah melihat pekerjaan aslinya, mereka tidak akan bisa membuat pekerjaan yang mirip tanpa melanggar hak cipta yang asli. Posisi Proyek ini bahwa teori ini tidak benar untuk sejumlah alasan. Sebagai aturan umum, tidak ada alasan bahwa pengembang yang sudah melihat kode non-bebas tidak bisa menuliskan kode logika yang mirip untuk ReactOS.
  16. Para pengembang yang telah mmasuk ke dalam perjanjian non-disklosur menjaganya dari penggunaan pengetahuan yang mereka peroleh bekerja pada kode non-bebas dalam pengembangan ReactOS harus patuh pada aturan dari perjanjian masing- masing. Administrator Proyek memerlukan disklosur dari setpa perjanjian non-disklosur relevan karena penguruman dari setiap kode ke Proyek, atau dengan sungguh-sungguh karena setiap partisipasi bukan-sepele termasuk penulisan pada daftar mailing, berpartisipasi dalam IRC, dan seterusnya. Para pengembang ini jelas "memburukan" dirinya sendiri dengan sengaja.
  17. Para pengembang yang mempunyai akses ke pemilik kode sumber yang masuk ke dalam perlindungan rahasia perdagangan (termasuk, sebagai contoh, kebocoran kode sumber Microsoft Windows) adalah kasus khusus. Isu Hak cipta tidak berubah, seperti isu paten, tetapi setiap pengembang yang mempunyai kode secara jelas baik dibawah NDA ataupun yang lainnya yang tidak mempunyai lisensi untuk memunculkan kode. Dalam kasus terakhir, ada pelanggaran dari rahasia perdagangan relevan oleh pengembang. Dengan demikian, kode seperti ini tidak memenuhi bahkan untuk penelitian dan pengertian. Adalah aturan Proyek untuk tidak menerima pengiriman dari pengembang yang mempunyai atau menggunakan pemilik kode dalam usaha pengembangannya untuk ReactOS.
  18. Koordinator Proyek akan membuat setiap usaha untuk meyakinkan bahwa basis kode menghormati hak cipta dan lisensi dari semua kode yang menjadi bagian dari sistem. Akan tetapi, karena ukuran dan kompleksitas sistem, tidak mungkin menjamin bahwa pelanggaran tidak akan terjadi. Koordinator Proyek setuju untuk menghapus setiap pelanggaran kode dari basis kode setelah diberitahu adanya pelanggaran seperti itu, bergantung pada analisis konfirmasi oleh administrator Proyek. Harap mencatat tiga alamat e-mail yang terlihat di atas dari dokumen ini untuk meminta penghapusan materi yang anda percaya melanggar hak ciptanya.

III. ISU PATEN

Paten software mempunyai efek mendalam bagi Proyek ReactOS. Saat ini, paten software adalah legal (contoh. software adalah masalah hukum) di Amerika. Sebagai aturan, paten secara fundamental itdak kompatibel dengan Software Bebas, dab harus dengan hati-hati dihindari dalam konteks proyek seperti itu.

Pelanggaran paten terjadi kapan saja seseorang "membuat, menjual, menggunakan, atau menawarkan untuk dijual" invensi paten tapa lisensi untuk melakukannya dari pemilik paten. Sangat jelas bahwa semua pengembang pada Proyek terpengaruh dengn paten. Ini isu yang sangat sulit untuk dipecahkan, tetapi aturan Proyek terkait dengan paten adalah sebagai berikut:

  1. Administrator Proyek ReactOS, koordinator, dan partisipan tidak perlu untuk membuat pencarian aktif yang secara potensial relevan terhadap paten. Pencarian paten mencakup semua aspek dari sistem sebagai serumit ReactOS menjadi tidak praktis, atau setidaknya terlarang, mahal, dan menghabiskan waktu.
  2. Partisipan Proyek akan membuat usaha niat-baik untuk menyingkap setiap relevan paten yang diketahui terhadap pengembangan ReactOS ke administrator proyek. Ini tidak berarti bahwa proyek menginginkan yang lain untuk melakukan pencarian paten lenghap; tapi berarti bahwa pengembang terikat untuk melaporkan setiap paten yang mereka ketahui bahwa mereka mencurigai mungkin relevan.
  3. Adminitrator Proyek akan menjaga daftar dari relevan paten, dan akan membuat usaha niat-baik untuk menghindari pelanggaran. Sebagai aturan, konsul legal tidak mempertengkarkan setiap patennya. Sebaliknya, pemimpin proyek, dengan kebijaksanaanya, akan melakukan pengujian sehubungan dengan relevansi teknis dari paten, dan jika perlu, akan menghapus secara langsung dan/atau mendesain ulang sebagian dari sistem.
  4. Partisipan Proyek setuju bahwa mereka tidak akan mencari perlindungan paten untuk setiap pengembangan baru yang dibuat sehubungan dengan ReactOS, atau secara alternatif, setuju dalam menyarankan untuk menempatkan kepemilikan paten demikian ke Yayasan ReactOS, atau memberikan secara terus-menerus, tidak dapat dibatalkan, bisa ditransfer, lisensi bebas-royalti kepada siapa saja yang ingin menggunakan invensi paten sehubungan dengan sistem ReactOS atau dalam setiap bentukan pekerjaan sistem (dengan kata lain, mirip "biarkan- paten").
  5. Koordinator Proyek setuju untuk menghapus implementasi yang melangar invensi paten dari basis kode, bergantung pada analisa konfirmasi oleh administrator Proyek. Harap mencatat tiga alamat e-mail yang terlihat di atas dokumen ini untuk meminta penghapusan materi yang anda percaya melanggar paten.

IV. ISU MERK DAGANG

Proyek ReactOS berusasha keras untuk menghormati merk dagang orang lain, dan mengambil langkah untuk melindungi integritas dari merknya. Aturan Proyek terkait pada merk dagang adalah sebagai berikut:

  1. Integritas merk ReactOS harus dijaga setiap waktu. Para pengembang diminta untuk menggunakan merk ReactOS dengan hati-hati, dan selalu mencatat keberadaan dari merk dengan tanda ™ setelah penggunaan pertama dalam setiap materi yang dipublikasikan.
  2. Setiap anggota Proyek yang menulis material yang diterbitkan seperti dokumentasi, artikel berita, konten website, dan seterusnya, harus mengambil semua ukuran yang benar untuk melindungi merk dari yang lain dengan menunjukan desain &trade dan® pada penggunaan pertama dari merk.

V. ISU RAHASIA PERDAGANGAN

Dari waktu ke waktu, anggota Proyek ReactOS bisa berada dalam posesi informasi yang dilarang dari diseminasi selanjutnya. Ini adalah kasus ketika partisipan dalam posesi rahasia perdagangan.

Posesor dari rahasia perdagangan didorong untuk menjaga kerahasiaan dari informasi relevan. Proyek umum seperti ReactOS secara umum tidak sama dengan rahasia perdagangan. Anggota proyek harus tidak menimbulkan rahasia perdagangan terhadap Proyek. Proyek menjaga tidak ada rahasia perdagangan, dan karena itu membuat setiap usaha untu menghormati rahasia perdagangan dari yang lain, Proyek tidak menjamin atas nama dari setiap anggota Proyek.

Sudah menjadi aturan Proyek untuk tidak memunculkan rahasia perdagangan. Ini berarti bahwa partisipan proyek harus tidak mendapatkan akses ke rahasia perdagangan dalam konteks pekerjaannya pada ReactOS.

VI. PERJANJIAN NON-DISKLOSUR

Anggota dari proyek ReactOS kadang kala perlu masuk ke dalam berbagai perjanjian non-disklosur. Karena secara fundamental tidak kompatibel cara Proyek dengan konsep dari non-disklosur, adalah aturan dari proyek yang tidak masuk kedalam setiap perjanjian non-disklosur untuk alasan apapun.

Anggota Proyek perlu memberitahu koordinator Proyek atas perjanjian seperti itu yang mungkin relevan bagi partisipannya dalam proyek. Proyek akan membuat usaha niat-baik untuk menjaga pelanggaran dari perjanjian non-disklosur pada sebagian dari partisipan proyek, tetapi tidak menjamin atas tindakan dari partisipan.

Partisipan yang ditemukan dibawah NDA relevan terlarang dari kode yang disediakan, dokumentasi, saran implementasi, saran arsitektur, dll, yang terlidungi oleh NDA tersebut terhadap proyek. Setiap kode demikian yang disediakan dalam pelanggaran NDA akan dihapus dari basis kode.

VII. Lain-Lain

  1. Merk dagang dan Anti-Dilution Layanan Merk. Provisi Anti-dilution mencegah bahkan penggunaan tidak-terkait dari merk "terkenal" atau merk dagang yang secara membingungkan mirip dengan merk terkenal. ReactOS hanya menggunakan satu merk, merkReactOS sendiri, yang nampaknya tidak menyebabkan isu antidilution dengan merk lain.
  2. Pakaian Perdagangan. Pakaian Perdagangan merujuk pada tampilan dari produk. Contoh terkenal termasuk botol Coca-Cola dan interface pengguna Apple Macintosh . Adalah aturan dari Proyek ReactOS untuk menghargai pakaian perdagangan orang lain. Proyek saat ini tidak mengetahui setiap isu pakaian perdagangan dengan produk lain. Para pengembang harus mencoba melanjutkan untuk membedakan ReactOS dari produk lain untuk menghindari isu pakaian perdagangan.

VIII. KIT PENGEMBANGAN

ReactOS memerlukan beberapa kit pengembangan software pihak ketiga untu pengembangannya. Setiap kit menyajikan isu hukum yang unit. Kit pengembangan berikut ini digunakan dalam pengembangan ReactOS:

  • Microsoft Platform SDK (termasuk komponen SDK terkait): SDK in bisa ditemukan di http://www.microsoft.com/msdownload/platformsdk/sdkupdate/. SDK ini berisi file header, librari, dokumentasi, dan file dukungan lainnya, juga kode sumber contoh yang menggambarkan kegunaan API yang didefinisikan dalam SDK. Kit pengembangan utama yang digunakan untuk mengembangkan software pihak ketiga agar berjalan pada Microsoft dan sistem operasi kompatibel-Microsoft.
  • Microsoft Driver Development Kit (DDK): SDK kegunaan-khusus yang didesain untuk pengembangan software mode-kernel (termasuk device drivers).
  • Microsoft Installable File system Kit (IFS): SDK kegunaan-khusus yang didesain untuk pengembangan komponen mode-kernel tertentu yang dikenal sebgagai sistem file. Kit ini didistribusikan dibawah lisensi terbatas dengan biaya sekitar $1000.

ReactOS is a registered trademark or a trademark of ReactOS Foundation in the United States and other countries.